Menteri Desa PDTT : Kembangkan Program Transmigrasi "Zaman Now"

Wednesday, 08 November 2017

Jakarta - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal akan menggabungkan Program Transmigrasi dengan Prukades (Program Unggulan Kawasan Pedesaan). Salah satunya dengan mengembangkan daerah transmigrasi berbasis komoditas dengan melibatkan pihak swasta.

Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo mengatakan minat masyarakat dalam bertransmigrasi sangat besar, namun pemerintah memiliki keterbatasan anggaran untuk merevitalisasi program transmigrasi. Untuk itu, Kemendes PDTT melakukan sejumlah terobosan untuk mengatasi keterbatasan anggaran tersebut.

"Salah satunya dengan menggabungkan program transmigrasi ini dengan model Prukades," kata Eko usai penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Transmigrasi dari Jawa Tengah di Kawasan Transmigrasi Satuan Permukiman Padang Tarok SP 1 Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, di Kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, Senin (6/11).

Eko menjelaskan, penggabungan program tersebut semacam model transmigrasi swakarsa, dimana akan ada keterlibatan swasta di dalamnya.


Sama dengan desa yang menerapkan Prukades, kawasan transmigrai akan diminta menentukan komoditas yang cocok dengan daerah asalnya. "Komoditas itu yang akan kita link-kan dengan marketnya swasta, Ibaratnya ini program Transmigrasi 'zaman now'," seru Eko.

Dengan terobosan tersebut, nantinya transmigran yang datang ke kawasan transmigrasi sudah memiliki rencana pengembangan yang lebih jelas. Karena sudah jelas komoditas yang dikembangkan, sekaligus pasar yang akan menampungnya.

"Sehingga ada jaminan ketika para transmigran datang sudah ada kepastian usahanya apa," ungkap Mendes.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, dalam Nota Kesepahaman ini pihaknya telah siap mengirimkan 100 KK (Kepala Keluarga) ke Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. "Potensi transmigran kami (Jawa Tengah) sebenarnya mencapai 3.000 KK, namun pemerintah Daerah memiliki keterbatasan dana, sehingga untuk saat ini baru akan mengalokasikan untuk 100 KK dulu," sebut Ganjar.

Ganjar menilai penggabungan program transmigrasi dan Prukades adalah sebuah inovasi yang dapat mengatasi target percepatan dan persoalan keterbatasan anggaran.

"Pak Menteri Desa tadi briefing ke kita untuk mengajak swasta, sehingga siapa yang mau berangkat jadi transmigran akan lebih siap," kata Ganjar.

Ia mencontohkan, jika daerah tujuan transmigrasi memilih komoditas sawit, maka transmigran yang akan dikirim bisa mendapat pelatihan terkait persawitan. Pemerintah juga dapat lebih fokus dalam memfasilitasi berapa pabrik yang dibutuhkan, dan pihak swasta mana saja yang akan digandeng untuk mengembangkan komoditas tersebut.

"Jadi Mereka itu sudah punya imajinasi saat berangkat, mau kerja apa, akan menghasilkan apa, kapan panen, nah kita sebagai pemerintah akan fasilitasi dari sisi itu," ungkap Ganjar.

Dengan model pengembangan yang lebih matang seperti ini, Ganjar optimia program transmigrasi akan lebih menarik minat masyarakat. "Program transmigtasi akan sangat seksi dengan pengembangan berbasis komoditas dan prukades," tegas Ganjar.

Dengan pengembangan berbasis komoditas, Ganjar juga optimis akan banyak pihak swasta yang tertarik untuk bergabung. "Kalau skala usahanya kecil perusahaan tidak akan tertarik. Kita pikirkan sampai ke infrastruktur dan menjualnya. Saya cocok, pikirannya dimulai marketnya seperti apa baru kita produksi," papar Ganjar.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menambahkan, untuk di kabupaten Sijunjung saja, pihaknya siap menerima transmigran hingga 2.700 KK. "Sementara baru ada 100 KK, sementara dari pusat ada 1.700 KK itu pun dialokasikan untuk seluruh Kawasan Transmigrasi di seluruh Indonesia," jelasnya.

Ia menyambut baik terobosan yang dilakukan Mendes PDTT Eko, karena menyadari jika hanya mengandalkan anggaran negara maka revitalisasi program transmigrasi akan memakan waktu yang lama.

Untuk itu, melibatkan potensi penerima kepada pihak ketiga untuk memberikan dukungan merupakan inovasi yang sangat bagus. Tujuannya agar ada komoditas yang jelas untuk di beli dipasar.

"Ini terobosan bagus, karena tidak lagi hanya menunggu. Selama ini pihak ketiga juga butuh, seperti butuh jagung dan lainnya, pasarnya ada, lahannya cukup, hanya saja orangnya tidak ada," tutup Irwan. ***

  • Program Unggulan Direktorat Jenderal PKP2Trans

    Thursday, 08 September 2016

    Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans), merupakan salah satu dari 2 (dua) Direktorat Jenderal di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang melaksanakan tugas dan fungsi terkait bidang ketransmigrasian. Satu Ditjen lainnya adalah Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PKT)...

  • RAPAT SINKRONISASI PROGRAM PERPINDAHAN DAN PENEMPATAN TRANSMIGRASI DARI DAERAH ASAL (TPA) TAHUN 2018

    Wednesday, 13 September 2017

    Dalam rangka pelaksanaan program pembangunan permukiman dan penempatan transmigrasi tahun 2018, Ditjen PKP2Trans melalui dana dekonsentrasi Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan rapat sinkronisasi program perpindahan dan penempatan transmigrasi tahun 2018 di Surabaya yang bertempat di hotel novotel, Ngagel Surabaya pada tanggal 6 – 8 September 2017. Adapun peserta rapat tersebut adalah para Kepala Dinas dari 15 SKPD Provinsi yang membidangi ketransmigrasian (meliputi 10 Satker Daerah Asal dan 5 Satker Daerah Tujuan Transmigrasi), 3 perwakilan Bappeda Provinsi Daerah Asal Transmigran (jawa barat, jawa tengah dan jawa timur) dan 40 SKPD Kabupaten/Kota yang membidangi ketransmigrasian (35 SKPD daerah asal dan 5 SKPD daerah tujuan transmigrasi)...

  • Bimbingan Teknis Penyusunan Pelaporan Berbasis Online Bidang PKP2Trans

    Tuesday, 15 August 2017

    Jakarta, Seiring dengan berkembangnya jaman dan media sosial terus tumbuh, kini segala sesuatu dapat kita peroleh dengan cara cepat dan instan. Dengan mengurangi jarak, waktu dan ketepatan data, maka Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) mengadakan Bimbingan Teknis Penyusunan Pelaporan Berbasis Online yang diselenggarakan di Best Western Hotel dan Residence Mangga Dua, Jakarta Pusat...

Lokasi